Sejak sekolah dasar kita diajari bahwa mengkuadratkan bilangan apa pun hasilnya tidak pernah negatif. Bilangan positif dikuadratkan hasilnya positif, bilangan negatif dikuadratkan juga positif, dan nol dikuadratkan tetap nol. Karena itu, pertanyaan seperti “berapa akar kuadrat dari negatif satu?” terdengar mustahil. Namun dalam matematika modern, akar dari bilangan negatif bukan hanya “bisa ada” — ia menjadi fondasi banyak teknologi yang kita pakai sehari-hari, dari listrik di rumah hingga sinyal ponsel.

Masalahnya: Tidak Ada Bilangan Real yang Memenuhi

Mari kita lihat dulu di mana letak “kebuntuan”-nya. Untuk setiap bilangan real \(x\), berlaku:

\[ x^2 \geq 0 \quad \text{untuk semua } x \in \mathbb{R} \]

Artinya, persamaan sederhana seperti \(x^2 = -1\) tidak punya penyelesaian di dalam himpunan bilangan real. Selama kita hanya mengizinkan bilangan real, \(\sqrt{-1}\) memang tidak ada. Di sinilah kuncinya: tidak ada di sini bukan berarti mustahil selamanya, melainkan “tidak ada di dalam sistem bilangan yang sedang kita pakai”.

Pelajaran dari Sejarah: Bilangan Baru Selalu Awalnya Ditolak

Situasi seperti ini bukan pertama kalinya terjadi. Bilangan nol dan bilangan negatif pun dulu dianggap janggal. Pedagang Eropa abad pertengahan sempat menolak bilangan negatif karena “tidak mungkin ada barang berjumlah kurang dari kosong”. Kini kita menerimanya dengan wajar, misalnya sebagai utang atau suhu di bawah nol.

Akar bilangan negatif muncul secara serius pada abad ke-16 di Italia. Ketika matematikawan seperti Girolamo Cardano dan Rafael Bombelli menyelesaikan persamaan pangkat tiga, di tengah perhitungan sering muncul akar dari bilangan negatif — tetapi anehnya, jawaban akhirnya tetap bilangan biasa yang benar. Bombelli kemudian menunjukkan bahwa jika kita “berani” menghitung dengan lambang aneh itu secara konsisten, hasilnya selalu masuk akal. Istilah “bilangan imajiner” sendiri awalnya adalah ejekan dari René Descartes, tetapi nama itu terlanjur melekat hingga sekarang.

Solusinya: Memperluas Sistem Bilangan

Matematikawan akhirnya menempuh jalan yang sama seperti saat menerima bilangan negatif: memperluas sistem bilangan. Didefinisikan satu bilangan baru, dilambangkan \(i\), dengan satu aturan saja:

\[ i^2 = -1 \]

Dengan aturan ini, akar dari bilangan negatif mana pun langsung bisa ditulis. Contohnya:

\[ \sqrt{-9} = \sqrt{9 \cdot (-1)} = \sqrt{9}\,\sqrt{-1} = 3i \]

Gabungan bilangan real dan imajiner disebut bilangan kompleks, berbentuk \(a + bi\) dengan \(a\) dan \(b\) bilangan real. Carl Friedrich Gauss pada abad ke-19 menunjukkan bahwa sistem ini benar-benar konsisten: penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagiannya mengikuti aturan aljabar yang sama rapinya dengan bilangan real, tanpa menimbulkan kontradiksi.

Jadi, dalam Arti Apa Bilangan Ini “Ada”?

Pertanyaan “apakah \(i\) benar-benar ada?” sebaiknya dijawab dengan pertanyaan balik: apakah bilangan 5 “benar-benar ada”? Kita tidak pernah bertemu angka 5 berjalan di pasar; yang ada hanyalah lima buah jeruk atau lima lembar uang. Semua bilangan pada dasarnya adalah konsep — alat pikir yang kita anggap “ada” karena aturannya konsisten dan hasilnya berguna.

Dengan ukuran itu, \(i\) sama sahnya dengan bilangan lain. Bahkan secara formal, matematikawan bisa membangun bilangan kompleks murni dari pasangan bilangan real \((a, b)\) yang diberi aturan perkalian khusus, sehingga tidak ada satu pun “keajaiban” yang perlu dipercaya begitu saja. Bilangan kompleks juga punya wajah geometris yang sangat nyata: bilangan \(a + bi\) dapat digambar sebagai titik pada bidang, dan mengalikan dengan \(i\) sama artinya dengan memutar titik itu 90 derajat. Akar dari bilangan negatif, pada akhirnya, adalah bahasa untuk berbicara tentang rotasi.

Contoh: Persamaan Kuadrat yang “Tidak Punya Akar”

Perhatikan persamaan \(x^2 + 2x + 5 = 0\). Diskriminannya negatif, sehingga di bangku sekolah biasanya ditulis “tidak mempunyai akar real”. Dengan bilangan kompleks, akarnya tetap dapat dihitung menggunakan rumus kuadrat:

\[ x = \frac{-b \pm \sqrt{b^2 – 4ac}}{2a} = \frac{-2 \pm \sqrt{4 – 20}}{2} = \frac{-2 \pm \sqrt{-16}}{2} = \frac{-2 \pm 4i}{2} \]

Sehingga diperoleh dua akar kompleks:

\[ x_1 = -1 + 2i \qquad \text{dan} \qquad x_2 = -1 – 2i \]

Jika kedua nilai itu disubstitusikan kembali ke persamaan semula dan dihitung dengan aturan \(i^2 = -1\), hasilnya benar-benar nol. Inilah salah satu hasil terindah matematika, dikenal sebagai Teorema Dasar Aljabar: di dalam bilangan kompleks, setiap persamaan polinomial berderajat \(n\) selalu punya tepat \(n\) akar. Tidak ada lagi persamaan yang “buntu”.

Bukan Sekadar Permainan Simbol

Bilangan kompleks kini menjadi perkakas standar di dunia teknik dan sains. Insinyur listrik memakainya untuk menganalisis arus bolak-balik (AC) — tegangan dan arus yang naik-turun secara bergelombang jauh lebih mudah dihitung dalam bentuk kompleks. Pengolahan sinyal digital, seperti kompresi audio dan gambar pada ponsel, bertumpu pada transformasi Fourier yang bekerja dengan bilangan kompleks. Bahkan mekanika kuantum, teori fisika paling akurat yang pernah diuji, menuliskan keadaan partikel dalam bilangan kompleks sejak persamaan dasarnya.

Dengan kata lain, setiap kali kita menyalakan lampu, menelepon, atau memutar musik digital, ada “akar bilangan negatif” yang sedang bekerja diam-diam di balik layar.

Kesimpulan

Akar dari bilangan negatif bisa ada karena “ada” dalam matematika berarti konsisten dan berguna, bukan berarti dapat dipegang tangan. Ketika bilangan real tidak sanggup menjawab persamaan \(x^2 = -1\), matematikawan tidak menyerah, melainkan memperluas sistem bilangan dengan mendefinisikan \(i\) secara cermat. Hasilnya adalah bilangan kompleks: sistem yang logis, lengkap, punya makna geometris sebagai rotasi, dan terbukti menopang teknologi modern. Sejarahnya mengajarkan satu hal penting: sesuatu yang hari ini terdengar mustahil bisa jadi hanya menunggu cara pandang yang lebih luas.

Catatan: Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan penyederhanaan bagi pembaca umum. Beberapa detail teknis (misalnya kehati-hatian dalam menerapkan sifat \(\sqrt{ab} = \sqrt{a}\sqrt{b}\) pada bilangan negatif) sengaja disederhanakan. Untuk kajian mendalam, silakan merujuk buku teks aljabar atau analisis kompleks.